DPRD Luwu Utara Gelar RDP Terkait Bayi Meninggal Di RSUD Masamba, Ada Apa?

Iklan Semua Halaman

Header Menu

DPRD Luwu Utara Gelar RDP Terkait Bayi Meninggal Di RSUD Masamba, Ada Apa?

AURA JR
Kamis, 20 Februari 2020
 DPRD Luwu Utara Gelar RDP Terkait Bayi Meninggal Di RSUD Masamba, Ada Apa?

LUWU POS ■ Komisi I DPRD Luwu Utara gelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan pihak Rumah Sakit Umum Andi Djemma Masamba dan keluarga almarhum bayi Nur Aziziah di Ruang Komisi l DPRD Luwu Utara, pada Rabu (19/2/2020).

Rapat dengar pendapat tersebut dilaksanakan terkait dengan persoalan pelayanan Rumah Sakit Umum Andi Djemma Masamba yang menyangkut kasus Almarhum bayi Nur Aziziah yang meninggal dunia diduga akibat kelalaian pihak Rumah Sakit.

Syamsuddin (42) atau panggilan sapaannya Bapak Peri, dalam penyampaiannya mengatakan bahwa yang terjadi dirumah sakit (RS) Andi Djemma Masamba adalah kelalaian dan kesengajaan yang terjadi dengan menutupi tingkah laku gaya oknum Rumah Sakit tersebut dan memulai rapat dengar pendapat tersebut ia juga menyampaikan rasa kekecewaanya terhadap pihak rumah sakit.

"Saya kecewa hari ini, karena orang-orang yang hadir di depan saya pada saat terjadi kejadian di Rumah Sakit Umum Andi Djemma Masamba, semua mengatakan tidak tahu, kalau memang tidak tahu kenapa mereka dihadirkan?," ungkapnya.

Bapak Peri, melanjutkan, pada saat pengambilan stempel darah anak saya sementara tidur dan saya mengatakan kepada petugas jangan dulu ambil darah anak saya karena dia sedang tidur.

"Jangan diambil darahnya anak ini sementara tidur lalu mereka hanya mengatakan ini hanya edukasi," ujarnya dengan rasa kekecewaan.

Sementara itu pihak Rumah Sakit Umum Andi Djemma Masamba yang di wakili kepala KTU, Imran, mengatakan tidak bisa sedetail mungkin memberikan penjelasan.

"Kami tidak bisa sedetail mungkin untuk memberi penjelasan dan klarifikasi. Pak Direktur hari ini ada di Jakarta dengan kepala Dinas Kesehatan dalam rangka pertemuan para Direktur dan Kadis se-Indonesia," jelasnya.

Kemudian Pimpinan sidang, H. Rasman Anggota DPRD Luwu Utara dalam hal ini mengatakan bahwa kita sudah mendengarkan dari kedua pihak baik dari penyampaian aspirasi maupun dari pihak Rumah Sakit sendiri.

"Maka dari itu, pertemuan ini kita jadwalkan ulang, dan mengundang penanggung jawab atas terjadinya kelalaian pihak rumah sakit, terhadap ananda kita Azizah," bebernya.

Dikutip dari media sinyaltajam, menurut Peri, awalnya putrinya hanya menderita diare akut, sehingga dianggap kekurangan cairan dan harus diinfus di RSUD Andi Djemma.

Saat diinfus lanjut Peri, kondisi bayinya sudah mulai membaik, sebab sudah bisa tertidur pulas. Namun baru sekitar kurang lebih 20 menit putrinya tertidur pulas, tiba-tiba datang 2 orang petugas medis (1 orang lelaki dan 1 orang perempuan) yang mengaku dari bagian laboratorium, dan hendak mengambil sampel darah sang pasien bayi.

Adapun Anggota DPRD Luwu Utara komisi I yang hadir dalam rapat dengar pendapat tersebut yaitu, H. Rasman, H. Rusli, Hamuddin, Edi Sudarto, H. Jisman.

■ Putri Anggreani

@JBN NEWS | Jaringan Berita Nasional