Guru SDN 099 Center Masamba Dilaporkan Ke Polisi, Diduga Tampar Siswa Hingga Berdarah

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Guru SDN 099 Center Masamba Dilaporkan Ke Polisi, Diduga Tampar Siswa Hingga Berdarah

AURA JR
Sabtu, 22 Februari 2020

LUWU POS ■ Lagi, aksi kekerasan terhadap siswa terjadi. Kali ini di Luwu Utara. Akibatnya, salah satu guru Sekolah Dasar Negeri 099 Center Masamba Luwu Utara dilaporkan ke Polisi, karena diduga telah menampar salah satu muridnya.

Orang tua murid, Ady Satria saat dikonfirmasi JBN NEWS mengatakan bahwa ia melaporkan Rusmin, S.pd karena anaknya di tampar kurang lebih 10 kali tamparan dan bibirnya berdarah.

Kepada awak media, orang tua Muh. Thoifur Abdillah ini pun menceritakan ihwal peristiwa itu.

"Awalnya anak saya, Muh. Thoifur Abdillah selesai olahraga bersama teman-temannya di Taman Kota Masamba. Kemudian ia bersama teman-temannya kembali ke sekolah dan melintas di dekat kelas VI. Teman anak saya berteriak memanggil temannya yang ada di dalam kelas VI yang sementara belajar," beber Ady melalui WhatsApp pribadinya, pada Sabtu (22/2/2020).

Selanjutnya, kata Ady, karena mendengar teriakkan tersebut Pak Rusmin marah dan memanggil anak saya karena dia berpikir yang berteriak itu anak saya, padahal bukan.

"Setelah itu anak saya dijewer kemudian ditarik masuk ke dalam ruangan kelas VI, karena tidak terima dia yang dijewer, anak saya langsung mengeluarkan kata-kata kasar," ucapnya.

Ayah Muh. Thoifur melanjutkan, karena anak saya mengeluarkan kata-kata kasar dengan spontan Pak Rusmin menampar anak saya kurang lebih 10 kali tamparan hingga mengakibatkan bibir anak saya berdarah serta mencekek lehernya.

Tidak terima anaknya diperlakukan demikian, Ady melaporkan peristiwa tersebut ke Polisi.

Sementara itu, Kanit PPA Polres Luwu Utara, Aipda Yuliati saat dikonfirmasi JBN NEWS melalui WhatsApp pribadinya membenarkan jika ada orang tua murid yang melapor tentang penganiayaan terhadap anak di bawah umur.

"Kami baru terima laporannya hari ini, sementara kita lakukan lidik," pungkasnya.

Hingga berita ini ditulis belum ada konfirmasi dari pihak sekolah maupun pihak guru tersebut.

■ YP

@JBN NEWS | Jaringan Berita Nasional